Partai Demokrat Membagikan Paket Sembako Untuk Para Lansia

Selamat datang di website Saharatiday.net yang membagikan informasi seputar polik yang trending di Indonesia. Sekarang saya akan bagikan info berkaitan dengan Partai Demokrat Membagikan Paket Sembako Untuk Para Lansia, seperti apa kisahnya  ? Maka langsung ikuti artikel selanjutnya dibawah ini teman.

Selama Pademi Covid-19 ini, partai Demokrat menjalankan pembagian paket Sembako, yang tentunya untuk membantu seluruh masyarakat Indonesia yang perkonomiannya dibawah rata-rata.

BPPM atau Badan Pengabdian dan Pembudayaan Masyarakat, Partai Demokrat, membagikan lebih dari 1000 paket sembako untuk para kaum lansia yang berada di jalan Percetakan Negara, Kelurahan Johar Baru, tepatnya Jakarta Pusat.

Tidak sengaja menjadi daya tarik ditengah kegiatan amal yang dilakukan oleh sebuah partai politik tersebut, ternyata ada seorang yang dikelilingi banyak orang ia tertangkap basah dengan tindakan main judi online NOVA88 Android ini. Setelah dikepung warga pria yang bermain Taruhan Bola Nova88 Bet itu mengaku tidak memiliki uang tunai untuk membeli susu anaknya, sehingga terpaksa melakukan aktivitas taruhan tersebut.

Tak lama pelaku Judi Nova88 Indonesia, dilarikan ke polres terdekat untuk ditindak lanjuti secara lebih jelasnya lagi. Serta pria tersebut dinyatakan akan segera mendapatkan hukuman penjara 5 bulan, atas tindakan yang ia perbuat.

Partai Demokrat Membagikan Paket Sembako Untuk Para Lansia

Deputi Pengembangan Pro Rakyat, Pendidikan, Pengurangan Kemiskinan sampai dengan para pengangguran di Indonesia, yakni Ilham Mendrofa jelaskan, bahwa BPPM dapatkan suatu amanat dari ketua DPP Partai Demokrat AHY, untuk destribusikan sejumlah paket sembako, untuk masyarakat sekitar pasalnya.

Continue Reading

Sejumlah PHK Butuh Dana Uang Tunai

Sekarang maraknya virus Corona (Covid-19), membuat resah masyarakat di Indonesia, karena tidak bisa menjalankan aktivitas sehari-harinya. Sehingga membuat banyak orang ter-ancam PHK atau dikeluarkan dari perkerjaannya di perusahaan, pabrik, wiraswasta dan lainnya. Karena di masa sekarang ini, banyak usaha yang tidak beroperasi.

Analisis Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah, memberikan penilaian terhadap strategi presiden Joko Widodo dalam mengatasi masalah ekonomi dari virus Corona (Covid-19) bersama kartu prakerja , itu kurang akurat pasalnya.

Dia juga berkata sebagian besar penduduk yang terdampak telah menguasai keahlian berkerja terhadap bidangnya masing-masing. Akan tetapi mereka bisa kehilangan profesi pekerjaannya karena akibat pemutusan hubungan kerja atau yang disingkat menjadi PHK.

“Para buruh yg terkena PHK, tentunya tidak membutuhkan kartu pra kerja, yang ia butuhkan adalah bantuan uang tunai. Tentu untuk programnya sangatlah bagus, akan tetapi temponya kurang tepat,” Pungkas Trubus saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Kamis 16 April 2020.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, program kartu prakerja diluncurkan bersama target 5.6 juta orang yang terdampak, pemutusan hubungan kerja (PHK) sampai engan pekerja informal yang pendapatannya tertekan akibat penyebaran Covid-19 ini.

Korban PHK Membutuhkan Dana, Bukan Karu Prakerja

Pada saat krisis seperti sekarang ini, lanjutnya, tidak tepat jika pemerintah mempersiapkan tenaga kerja. Karena masyarakat sangat membuthkan dana uang tunai, untuk bertahan hidup, di-akibatkan kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

Continue Reading